Archive

Archive for December, 2006

Pre-Internet (to)day!

December 28, 2006 Ferdy F. Rahman Leave a comment

Anda tahu kenapa sejak kemaren koneksi Internet Anda di kantor maupun di rumah terganggu? Anda tahu mengapa website kesayangan anak-anak remaja Anda yaitu friendster.com tidak dapat diakses? Jangan salahkan ISP langganan Anda, jangan salahkan PC Anda dan jangan salahkan Tuhan. Koneksi internet yang membawa traffic dari China, Korea, Jepang, Taiwan dan Asia Tenggara terganggu karena infrastrukturnya mengalami kerusakan akibat gempa yang melanda kawasan Selatan Taiwan.

Saya khawatir membayangkan orang-orang yang hidupnya sangat tergantung pada Internet tiba-tiba tidak dapat lagi menikmati ’sistem besar’ ini. Sama seperti jika tidak ada lagi acara di stasiun televisi manapun untuk ditonton. Lantas apakah tidak ada disaster recovery plan yang dapat kita lakukan. Apakah akses Internet Indonesia hanya terhubung ke Hong Kong saja, tidak ada yang langsung terhubung ke Amerika Serikat?

Mau diam saja BRTI?

Informasi saya dapat dari sini.

Categories: Internet

Album Foto PowerShot S3 IS RFF

December 26, 2006 Ferdy F. Rahman Leave a comment

Saya tidak membahas mengapa pilihan jatuh pada Canon PowerShot S3 IS, mungkin akan saya tulis nanti saja. Setelah mencoba foto pada beberapa kesempatan, akhirnya saya bisa mengumpulkan dan upload foto-foto tersebut di Internet. Untuk proses pembelajaran yang pertama, saya mencoba foto pada pengaturan otomatis semua. Hasil foto-foto saya tersebut dapat dilihat di sini.

Categories: Photography

Akhir Perjalanan Babolat AeroPro Drive Saya?

December 21, 2006 Ferdy F. Rahman 2 comments

Jumat malam tanggal 15 Desember 2006 saya berlatih tenis di Senayan dengan pelatih Pak Abdullah. Sudah cukup lama juga semenjak bulan puasa tahun ini saya tidak berlatih tenis. Seperti biasa latihan dimulai dengan basic forehand stroke, spin, backhand stroke, dan volley. Dua latihan awal dilalui dengan mulus, bahkan lebih baik dari latihan biasanya karena spin yang saya hasilkan lebih stabil dan konsisten.

Musibah berawal pada pukulan keempat atau kelima backhand stroke. Dengan maksud untuk mendapatkan power yang sama dengan forehand, saya memberikan backhand dengan kekuatan penuh. Bola kembali melewati net dengan cepat, akan tetapi sesuatu terjadi dengan sendi peluru pangkal lengan kanan saya. Saya langsung menduga bahwa sendi saya bergeser (lagi), dan ternyata benar. Latihan dihentikan dan saya langsung meminta tukang urut memperbaiki sendi saya. Cukup sakit rasanya pada saat diurut, karena pangkal lengan keluar dari ’sarang’ dan harus dikembalikan ke tempat semula. Tukang urut kemudian menekan pada daerah dekat ketiak dan terasa sakit sekali, tapi lega rasanya karena saya tahu bahwa posisi tulang telah kembali ke tempatnya semula.

Akan tetapi petaka tak berhenti sampai di situ. Setelah musibah di lapangan tenis, saya langsung pulang dan istirahat. Dengan posisi tidur yang agak riskan untuk keadaan saya saat itu -tangan kanan di bawah bantal, pada saat tubuh ingin bergerak menghadap ke kiri, saya tiba-tiba terbangun dan langsung merasakan rasa sakit yang luar biasa. Saya melihat sendiri sendi lengan kanan yang ternyata tidak hanya bergeser, kali ini sendinya benar-benar lepas! Terlihat jam 02.00 WIB, sempat bergetar tubuh karena saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan saat itu. Untunglah ada tetangga sebelah kamar yang masih bangun dan bersedia mengantar saya ke tukang urut. Posisi tangan kanan tidak bisa diturunkan layaknya posisi normal dan setiap getaran pada mobil mengakibatkan rasa sakit yang sangat pada lengan saya. Di perjalanan pun tangan kanan harus diangkat seperti sedang bertopang dagu.

Menahan rasa sakit yang luar biasa karena diurut dari jam 03.00 WIB sampai terdengar adzan Subuh adalah pengalaman yang berharga bagi saya. Tukang urutnya pun kewalahan dengan dislokasi sendi saya tersebut. Syukur lengan saya akhirnya bisa dikembalikan ke posisinya semula. Rasa sakit masih terasa, seketika itu juga saya langsung berniat untuk gantung raket. Apakah ini akhir dari perjalanan saya bersama Babolat AeroPro Drive saya?

Mendapat informasi dari teman bahwa ada sinshe di daerah Dago Bandung dan karena kebetulan akhir pekan saya selalu ke Bandung, maka di hari itu juga saya langsung pergi ke Bandung. Dari informasi sinshe tersebut, saya jadi tahu bahwa kalau sendi sudah pernah lepas, maka akan sering lepas kembali. Sendi tersebut akan kembali kuat bila tidak dipaksakan berolah raga yang keras selama kurang lebih setahun. Saya juga merasakan hal yang aneh karena sebelum diurut oleh sinshe otot lengan saya selalu kedutan. Ternyata beberapa otot pada lengan bawah dan pundak saya belum beres, belum dikembalikan ke posisi semula. Sinshe tersebut akhirnya mengembalikan otot-otot tersebut ke posisinya semula dan kedutan pada otot lengan kanan pun hilang. Saya tidak berniat untuk pergi ke dokter karena saya tahu proses sembuhnya akan lama sementara pekerjaan, rekan kerja dan tanggung jawab saya tidak bisa menunggu selama itu. Saya hanya ingin radiologi saja untuk mengetahui secara pasti apakah sendi saya sudah berada di tempat yang semestinya.

Banyak hal yang bisa saya pelajari dari musibah ini. Sewaktu engsel lengan kanan saya sering bergeser, saya sering sekali mengembalikan sendiri sendi tersebut ke posisi semula, walaupun rasa sakitnya luar biasa. Karena merasa sendi sudah kembali ke posisi semula, saya jadi percaya diri untuk kembali berolah raga. Sayangnya olah raga yang saya lakukan selalu melibatkan aktivitas tangan seperti basket, squash dan tenis. Akibatnya ketika berolah raga untuk yang kedua atau ketiga kali sendi saya pasti kembali bergeser. Ternyata dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyembuhkan penyakit seperti ini. Sepertinya saya memang harus benar-benar berfikir kembali untuk bermain tenis, squash ataupun basket.

Categories: Health

JAX ASIA 2006

December 5, 2006 Ferdy F. Rahman Leave a comment

Welcome NoteDr. Sofyan A. Djalil
Welcome note dari Bapak Dr. Sofyan A. Djalil pada dasarnya menegaskan bahwa perkembangan dan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) penting dilakukan. Beliau mengatakan Indonesia ke depan akan lebih serius dalam menggeluti bidang ICT. Beliau membandingkan kemajuan ICT Indonesia dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia yang lebih maju. Dari segi penetrasi internet, Indonesia tertinggal jauh. Namun saya pribadi dapat memaklumi hal ini antara lain karena wilayah Indonesia yang jauh lebih luas dari kedua negara tersebut, pembangunan infrastruktur yang memakan banyak biaya dan juga aspek sosial pendidikan menjadi hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menyebarluaskan akses internet maupun telekomunikasi ke seluruh penduduk Indonesia. Saya pribadi sebagai bagian dari komunitas ICT menyambut positif arah pembangunan ICT di Indonesia seperti yang bapak Sofyan kemukakan. Akan tetapi bagaimana jika Bapak Sofyan tidak lagi menjadi Menkominfo? Apakah penerus bapak Sofyan akan memiliki visi dan misi yang sama terhadap dunia ICT di Indonesia?

Introduction to Java PersistenceCraig Russell
Akhirnya saya bertemu juga dengan arsitek CMP EJB dan senior staff engineer dari Sun Microsystems, Inc. Menggeluti bidang persistence dan bekerja di Sun Microsystems selama kurang lebih 7.5 tahun membuat sesi Craig dipenuhi dengan penjelasan singkat teknologi-teknologi persistence yang ada saat ini. Sedikit juga disinggung mengenai kompetisi provider open source dalam ruang lingkup JPA yang diisi oleh TopLink, Hibernate dan Open JPA. Ada salah satu pertanyaan dari peserta mengenai aspek keamanan dari teknologi persistence ini. Pertanyaannya adalah bagaimana JPA menjamin kemanan transfer data baik pada saat penyimpanan maupun retrieval. Dalam hal ini JPA menyediakan library bagi programmer untuk menyimpan dan retrieve data dari DBMS. Namun untuk aspek keamanan diserahkan pada provider DBMS yang ada. Jadi DBMS adalah pihak yang bertanggung jawab dalam mengamankan data yang disimpan melalui penggunaan password, enkripsi maupun mekanisme-mekanisme keamanan lainnya.

Scripting Application on the Java PlatformChuk-Munn Lee
Sesi kedua yang diisi oleh praktisi Java dan berbagai scripting languange ini adalah salah satu sesi yang saya nantikan. Saya lebih menyukai kombinasi pemrograman web dan back-end Java Persistence. Saya setuju dengan pendapat rekan saya Christiono Hendrawan, bahwa untuk mendapatkan antarmuka yang siap saji dalam pemrograman web-based maka programmer direpotkan atas banyaknya langkah yang harus dilakukan. Scripting languange yang didukung pada Java 6 ini sangat membantu programmer dalam menciptakan sistem antarmuka yang dinamis, tidak boros resource dan robust. Namun ada satu kendala bagi saya yaitu bahasa yang didukung untuk scripting languange ini adalah bahasa yang ‘cukup tua’ bagi generasi saya, salah satunya adalah Ruby. Tetapi sepertinya saya tetap harus mempelajari Ruby, paling tidak seperti saya mempelajari Perl dulu, karena saya pribadi agak kurang suka dengan bahasa Java bohongan seperti JavaScript yang juga didukung oleh teknologi scripting languange pada Java 6.

Java Web Services with Apache Axis2Thilo Frotscher
Sesi dari Thilo membahas arsitektur internal dan berbagai fitur baru yang ditawarkan oleh Apache Axis2. Apache Axis2 adalah salah satu framework web services berbasis Java yang cukup populer. Thilo membahas juga mengenai modul-modul yang terdapat dalam Axis2, fase-fase dan AXIOM yang dapat diintegrasi dengan Eclipse IDE sebagai plugins. Aspek dukungan Axis2 terhadap framework XML data binding dan perkembangan untuk WS-Security, WS-ReliableMessaging dan WS-Addressing juga dibahas.

SOA: The Core of Business Process ManagementRandel D. Powell
Randel bekerja pada World Wide ISV dan Developer Relations Team di IBM. Sebagai seorang profesional yang sangat dekat dengan developer, profesional Teknologi Informasi (TI) dan juga memiliki banyak kolega di bidang MIS & CIS, Randal memiliki banyak pengalaman dalam bidang Supply Chain Management, manajemen lokalisasi tenaga ahli TI dan teknik marketing di Asia Pasifik, Eropa, Amerika Utara dan Amerika Selatan. Randal memperkenalkan beberapa produk keluaran IBM yang dapat membantu top level manager dalam bidang ini. Randy juga membahas bagaimana perubahan pada ekosistem TI dilihat dari sejarah perkembangannya. Perubahan juga meliputi kontribusi penting dari arsitekur berorientasi pelayanan. Sesi ini juga membahas ringkasan mengenai bagaimana keterampilan manajemen proyek digunakan dalam industri TI sebagai keterampilan bernilai tinggi dalam bursa kerja. Tak luput pula dari pembahasan adalah perangkat manajemen proses, manajemen tim, compliance dan governance technology.

Advanced Enterprise Debugging TechniqueNeal Ford
Cakupan debugging technique meliputi web layer, EJB dan lightweight enterprise application. Neal menunjukkan bagaimana melakukan debugging pada berbagai IDE secara remote pada mesin yang sama maupun antar network. IDE yang digunakan dalam demo oleh Neal antara lain NetBeans dan Eclipse. Ada satu hal yang dikatakan Neal yang cukup membuat pemikiran rekan saya BPS@KSEI. Neal mengatakan bahwa programmer atau developer saharusnya mempelajari bagaimana menggunakan editor ‘jaman dulu’ seperti Emacs dan Vi. Karena pada suatu saat mereka akan berhadapan dengan mesin di mana hanya tersedia editor tersebut. BPS dengan PSPad-nya mungkin akan berfikir lagi untuk mempelajari Vi seperti yang selama ini saya usulkan ke beliau, paling tidak untuk sekedar mengetahui bagaimana membuka file dan menyimpannya. Lebih ekstrim lagi, Kepala Bagian Pengembangan Sistem Informasi (departemen di mana saya bekerja) menggunakan notepad!

Categories: Java™ Technology