Archive

Archive for May, 2008

Estilo Standard

May 19, 2008 radenferdy 10 comments

Semenjak suami teman kantor saya menawarkan Estilo hitam keluaran tahun 1992 ini, saya jadi jatuh hati. Dulu sewaktu punya keinginan memiliki mobil, Estilo adalah salah satu kandidat terkuat. Hanya saja orang tua lebih menyarankan memiliki mobil brand new. Walaupun akhirnya saya ikuti keinginan mereka, tetap saja hati ini tak bisa dibohongi, eelaaaaaahhhh! :P

Estilo yang ditawarkan sudah mulai dibangun olehnya. Bengkel yang dipercayakan untuk membangun mobil tersebut adalah K-NY Performance. Untuk rekan-rekan tongkrongan di bengkel yang sama, salam kenal aja, mobil yang saya beli mobilnya Mas Agung :) . Berikut spec ketika saya beli seperti yang dituliskan pada email penawarannya:

Dear friends,
gua bmaksud jual estilo’92, warna hitam solid, pajak
bulan 8, velg standar genio (14″), ban continental
baru tgl 28 jan’08, greedy, shock koni adjustable.
header 4-2-1 buang tengah. Kaca film depan 3M
Crystaline (utk heat resistant) dan kaca yg lain pake
3M S 35 (Safety protection). Radiator 3-ply. Air
filter pake K&N.
saat ini mbl sedang gua cat ulang (pake blinken) di
MAI (Metropolitan Auto Indo) warung buncit.
kl niat silahkan telp saya (Agung) di 0817-6417XXX ato
0815-8071XXX, no sms please.
mobil atas nama sendiri.
saya lepas kondisi sekarang XXjt ++
ato kalo setelah pengecetan XX ++
harga nego.
thx

Dyno result, engine power 149 hp (kompresi timpang) atau 160 hp (kompresi imbang).
Jadilah saya pemula di area speed seeker. Menjajal kemampuan di AsAf tiap Jumat malam. Pertama-tama sering sekali telat gear shift di rpm 7000. Jadi lebih waspada kalau ada polisi. Lebih suka ngelawan Estilo, tapi kebanyakan mereka sudah swap engine atau ganti head VTEC. Mostly mereka punya horsepower lebih besar. Makanya saya katakan mobil saya “Estilo Standard”, hehehehe.

Jurnal ini ditujukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari beberapa teman saya.

“Kenapa berhenti fotografi?”
“Jazz lo kemana?”
“Kemaren lo naek mobil siapa?”
“Lo kemaren di AsAf ngapain?”
“Suka banget buka modifikasi.com, emang forum apaan sih itu?”

Yup, pertanyaan-pertanyaan di atas dan beberapa variannya. Jawabannya
“Berhenti? Mungkin, yang jelas Estilo ini jauh membuat gue lebih tertarik”
“Jokul”
“Mobil gue lah, masa mobil gue dong!”
“Nongkrong, cari lawan, ngumpet kalo ada polisi”
“Beeeeh!! Kemana aja lo?!”

Next project:
- head change to VTEC
- resetting piggyback
- change disk brake
- rawat kaki-kaki belakang
- jok, gear knob dan stir sparco
- ganti head light
- trondol kursi belakang dan bersih-bersih bagasi (DONE)

@ REV Engineering atau Rods Motoring, target power up to 200 hp

So guys, wish me luck ;)

Categories: Automotive, Journal

Haji Na’im

May 2, 2008 radenferdy 11 comments

Orang Jakarta yang pernah bermasalah dengan tulang-belulang dan persendian seperti keseleo, patah tulang, salah urat, dislokasi, pasti sudah mendengar atau pernah datang ke Haji Na’im. Saya juga pernah dengar, tapi baru beberapa minggu yang lalu datang ke sana. Bagi yang belum tahu, Haji Na’im adalah tempat yang cukup terkenal untuk mitigasi penyakit yang berhubungan dengan tulang, sendi dan otot. Berdasarkan cerita orang-orang, Haji Na’im sendiri sudah meninggal dan saat ini adalah anak-anaknya yang melanjutkan praktek pengobatan. Apakah anak-anaknya sehebat ayahnya dalam mengobati? Mudah-mudahan jurnal ini bisa bantu sedikit bagi orang-orang yang akan berobat ke sana.

Pertama kita harus mencari tahu dulu lokasi praktek Haji Na’im ini. Kebanyakan sopir taxi di daerah TB Simatupang, Fatmawati, Cilandak dan sekitarnya tahu tempat prakteknya. Paling gampang dan cepat adalah dari arah Fatmawati atau Citos. Dengan posisi Citos di sebelah kiri, terus ikuti jalan dan belok kiri ke arah Prapanca. Tidak seberapa jauh dari belokan tadi, ada jalan kecil ke kiri setelah bengkel. Jalan ini menuju ke arah komplek MPR. Setelah masuk ke jalan kecil ini ada jalan ke kanan, namanya Jalan MPR III Dalam. Ikuti saja jalan ini sampai ada belok ke kanan sedikit. Di belokan ini ada beberapa mobil dan motor parkir, ada mobil Ambulance juga. Kita bisa lihat juga beberapa pasien ramai menunggu giliran diobati. Rumah prakteknya biasa saja, tidak seperti klinik atau praktek dokter.

Kedua kita harus bersabar mengantri. Yup, orang-orang yang akan datang ke sini sudah maklum akan mengantri lama. Begitu masuk, lepas sepatu/sendal dan mengambil nomor urut pengobatan. Saya waktu itu dapat nomer urut 36, sementara yang diobati nomer 21. Terbayang bagaimana menunggu 15 orang diobati dulu sambil menahan sakit karena dislokasi ;) ? Di ruang tunggu kita bisa sedikit terhibur atau malah menjadi ketakutan. Terhibur karena melihat pasien yang sakit ringan yang diurut sambil menahan sakit dan geli-geli khas ketika kita diurut, para pegawai dan pengurut pun kerap bercanda kepada orang-orang yang mereka urut. Menjadi lebih ketakutan melihat pasien parah yang berteriak sekencang-kencangnya karena menahan sakit yang luar biasa. Ya beginilah rasanya, kalau mau datang silakan siapkan mental dan fisik.

Ketiga pada saat diurut. Ketika nomor urut kita dipanggil, segera serahkan kartu nomor urut ke pemanggil dan langsung duduk ke salah satu pengurut, anak-anaknya Pak Haji Na’im. Saat itu ada dua orang anaknya. Diberikan sedikit minyak urut pada lengan kanan saya dan diurut sebentar untuk melemaskan sendi. Kemudian tangan saya diangkat ke atas dan seketika itu juga saya langsung sembuh. Wow, lebih lama mengantri daripada mengobatinya, hanya sekitar lima menit saya duduk sudah langsung beres.

Yang terakhir adalah pembayaran. Setelah selesai diurut, keluarkan uang dan berikan sembari bersalaman dengan bapak yang mengurut kita. Lebih sopan lagi kalau memakai amplop. Tidak ada patokan harga di sini karena mereka memang meminta seikhlasnya. 

Jika Anda membawa mobil, agak susah cari tempat parkir kecuali kalau mau menyempil di pinggir-pinggir jalan. Kalau Anda naik taxi, Anda harus keluar lagi ke jalan besar seperti ke Prapanca untuk mencari taxi pulang. Anda yang membawa motor tidak masalah karena parkir motor banyak di sana. Orang-orang yang bilang Haji Na’im sudah tidak bagus lagi pengobatannya sebaiknya memikirkan kembali hal tersebut. Karena dari yang saya lihat dan alami, pasien-pasien yang datang cukup puas dan langsung sembuh saat ke sana. Bagi Anda yang menginginkan solusi cepat tapi cukup sakit, silakan saja mencoba pengobatan dengan Haji Na’im ini. Bagi Anda yang lebih mempercayai pengobatan dari dokter yang lama dan tidak menyakitkan, silakan saja. But I’d prefer Haji Na’im.

Categories: Health, Journal, Review