Haji Na’im
Posted by radenferdy on May 2, 2008
Orang Jakarta yang pernah bermasalah dengan tulang-belulang dan persendian seperti keseleo, patah tulang, salah urat, dislokasi, pasti sudah mendengar atau pernah datang ke Haji Na’im. Saya juga pernah dengar, tapi baru beberapa minggu yang lalu datang ke sana. Bagi yang belum tahu, Haji Na’im adalah tempat yang cukup terkenal untuk mitigasi penyakit yang berhubungan dengan tulang, sendi dan otot. Berdasarkan cerita orang-orang, Haji Na’im sendiri sudah meninggal dan saat ini adalah anak-anaknya yang melanjutkan praktek pengobatan. Apakah anak-anaknya sehebat ayahnya dalam mengobati? Mudah-mudahan jurnal ini bisa bantu sedikit bagi orang-orang yang akan berobat ke sana.
Pertama kita harus mencari tahu dulu lokasi praktek Haji Na’im ini. Kebanyakan sopir taxi di daerah TB Simatupang, Fatmawati, Cilandak dan sekitarnya tahu tempat prakteknya. Paling gampang dan cepat adalah dari arah Fatmawati atau Citos. Dengan posisi Citos di sebelah kiri, terus ikuti jalan dan belok kiri ke arah Prapanca. Tidak seberapa jauh dari belokan tadi, ada jalan kecil ke kiri setelah bengkel. Jalan ini menuju ke arah komplek MPR. Setelah masuk ke jalan kecil ini ada jalan ke kanan, namanya Jalan MPR III Dalam. Ikuti saja jalan ini sampai ada belok ke kanan sedikit. Di belokan ini ada beberapa mobil dan motor parkir, ada mobil Ambulance juga. Kita bisa lihat juga beberapa pasien ramai menunggu giliran diobati. Rumah prakteknya biasa saja, tidak seperti klinik atau praktek dokter.
Kedua kita harus bersabar mengantri. Yup, orang-orang yang akan datang ke sini sudah maklum akan mengantri lama. Begitu masuk, lepas sepatu/sendal dan mengambil nomor urut pengobatan. Saya waktu itu dapat nomer urut 36, sementara yang diobati nomer 21. Terbayang bagaimana menunggu 15 orang diobati dulu sambil menahan sakit karena dislokasi
? Di ruang tunggu kita bisa sedikit terhibur atau malah menjadi ketakutan. Terhibur karena melihat pasien yang sakit ringan yang diurut sambil menahan sakit dan geli-geli khas ketika kita diurut, para pegawai dan pengurut pun kerap bercanda kepada orang-orang yang mereka urut. Menjadi lebih ketakutan melihat pasien parah yang berteriak sekencang-kencangnya karena menahan sakit yang luar biasa. Ya beginilah rasanya, kalau mau datang silakan siapkan mental dan fisik.
Ketiga pada saat diurut. Ketika nomor urut kita dipanggil, segera serahkan kartu nomor urut ke pemanggil dan langsung duduk ke salah satu pengurut, anak-anaknya Pak Haji Na’im. Saat itu ada dua orang anaknya. Diberikan sedikit minyak urut pada lengan kanan saya dan diurut sebentar untuk melemaskan sendi. Kemudian tangan saya diangkat ke atas dan seketika itu juga saya langsung sembuh. Wow, lebih lama mengantri daripada mengobatinya, hanya sekitar lima menit saya duduk sudah langsung beres.
Yang terakhir adalah pembayaran. Setelah selesai diurut, keluarkan uang dan berikan sembari bersalaman dengan bapak yang mengurut kita. Lebih sopan lagi kalau memakai amplop. Tidak ada patokan harga di sini karena mereka memang meminta seikhlasnya.
Jika Anda membawa mobil, agak susah cari tempat parkir kecuali kalau mau menyempil di pinggir-pinggir jalan. Kalau Anda naik taxi, Anda harus keluar lagi ke jalan besar seperti ke Prapanca untuk mencari taxi pulang. Anda yang membawa motor tidak masalah karena parkir motor banyak di sana. Orang-orang yang bilang Haji Na’im sudah tidak bagus lagi pengobatannya sebaiknya memikirkan kembali hal tersebut. Karena dari yang saya lihat dan alami, pasien-pasien yang datang cukup puas dan langsung sembuh saat ke sana. Bagi Anda yang menginginkan solusi cepat tapi cukup sakit, silakan saja mencoba pengobatan dengan Haji Na’im ini. Bagi Anda yang lebih mempercayai pengobatan dari dokter yang lama dan tidak menyakitkan, silakan saja. But I’d prefer Haji Na’im.










zidni said
Foto dong fer,
ada snapshotnya dong
R. Ferdy Ferdian said
@zidni: maxud lo zid? gue fot pake tangan gue yang lagi dislokasi gitu? bagoos zid, bagoooooosssss….
devi said
hai,..
waktu kelas 4 sd,gw ngalamin kecelakaan,sendi kaki gw retak tergilas mobil.saat itu gw langsung dibawa ke haji na’im.pengobatan pertama,bener2 menyeramkan ( bayangin aja masih dlm masa shock setalah kejadian perkara! ) & sakit yg gak kira2..setelah itu gw diperban.dan dianjurkan untuk datang seminggu sekali selama sebulan.Belum sampai sebulan masa pengobatan,sendi kaki gw sembuh.di rontgen pun gak ada setitik retak.hebat.sejak saat itu kita sekeluarga selalu kesana untuk pengobatan segala macem, dari terkilir sampe cuman flu biasa..
fenny said
Hai, hari minggu lalu, saya juga berkunjung ke Haji Na’im, udah seminggu kaki bengkak karena keselo, walhasil (bener yang dibilangin) di Haji Na’im nunggunya lebih menegangkan daripada diurutnya yang nggak nyampe 5 menit. Sekarang kaki saya masih proses penyembuhan yang dibalut perban, katanya sih 4 (empat) hari lagi… which is Kamis, bisa dibuka sendiri, mudah-mudahan ya kaki saya kembali seperti sedia kala
radenferdy said
@Fenny: Hmm..iya mudah-mudahan kakinya cepet sembuh ya mbak Fenny.
aldhino said
kan ada tuh jl. haji naim..seberangnya ITC fatmawati.
radenferdy said
itu Jl. Haji Nawi kali. tapi lokasi praktek-nya sendiri di Jl. MPR berapa gitu…
rico said
Hai,
bole tanya haji naim itu kalo musti rawat inap, biayanya berapa yah temanz? Thanks
radenferdy said
@rico: wah kalo rawat inap gue ngga tau pasti berapa harganya bro.
Mengurut Tulang Keseleo, Patah, Mengsol di Haji Na’im Cilandak « Info Indonesia said
[...] http://radenferdy.wordpress.com/2008/05/02/haji-naim/ [...]
nizaminz said
Alamat H Na’im:
H. Na’im Jl. MPR III Dalam No. 24
Cilandak Barat – Jakarta Selatan
Petanya juga ada di:
http://infoindonesia.wordpress.com/2009/09/28/mengurut-tulang-keseleo-patah-mengsol-di-haji-naim-cilandak
@Rico: lebih baik datang saja. Kelihatannya sih biayanya jauh di bawah biaya di RS atau Klinik Bersalin. Untuk urut saja terserah kita. Bayaran paling untuk perban atau yang memang mereka juga harus beli.